Peristiwa - Peristiwa Yang Terjadi 5 April





Tragedi Pembantaian Massal Harlem

Tanggal 5 April 1585 sebuah tragedi pembunuhan massal terjadi di Harlem, Belanda. Tragedi yang juga dikenal dengan nama Tragedi Harlem ini terjadi saat Raja Spanyol Philip II menginstruksikan represi secara meluas atas rakyat Belanda yang kemudian berpuncak dengan pembunuhan di Harlem itu.

Dalam kasus tersebut, sekitar 6.000 aktivis kemerdekaan Belanda dibunuh oleh tentara Spanyol. Perjuangan rakyat Belanda untuk meraih kemerdekaannya akhirnya mencapai hasil pada tahun 1609.


Thomas Hobbes Lahir


Tanggal 5 April 1588, Thomas Hobbes filsuf Inggris lahir. Dia adalah lulusan Universitas Oxford Inggris dan banyak melakukan penelitian di bidang sastra. Hobbes menyebut manusia sebagai makhluk yang sombong dan mencintai kekuasaan untuk menguasai orang lain. Oleh itu dia menilai perlunya kehadiran sebuah pemerintahan kuat dalam masyarakat guna menjamin keamanan dan stabilitas. Menurut filsuf Inggris ini, kepatuhan rakyat kepada raja adalah hikmah Tuhan.

Buku terpenting Hobbes ialah Leviathan dan buku lainnya ialah ilmu politik, Filsafat Pemerintahan dan Hak-hak Umum. Hobbes meninggal dunia pada tahun 1979.


Kemenangan Angkatan Laut Inggris Atas Belanda


Tanggal 5 April tahun 1654, perang laut besar-besaran antara dua kekuatan Eropa saat itu, yaitu Belanda dan Inggris, berakhir dengan kemenangan di pihak Inggris. Perang yang bermula bulan Maret tahun 1652 itu berlangsung karena kedua negara memperebutkan kekuasaan atas kawasan Laut Utara dan Samudera Atlantik. Dengan kemenangan itu, Inggris berhasil menjadi penguasa satu-satunya atas kawasan laut Eropa.

Georges Danton Wafat

Tanggal 5 April tahun 1794, Georges Jacques Danton salah seorang pemimpin Revolusi Perancis meninggal dunia setelah dieksekusi. Georges Danton dilahirkan pada 26 Oktober 1759. Setelah menamatkan pendidikannya di bidang hukum, pada masa Louis XVI, Danton berhasil menjadi anggota parlemen dan setelah itu, ia termasuk di antara pemimpin Revolusi Perancis.

Pada masa Revolusi Perancis, Danton memiliki sejumlah kesibukan penting, ia seorang orator ulung yang menyakini bahwa perluasan kekuasaan di Perancis harus dicabut tanpa kerusuhan dan jatuhnya korban jiwa. Namun, Danton lewat sebuah konspirasi yang dilakukan rivalnya Maximilien Robespierre, berhasil ditangkap dan dieksekusi.

Peristiwa itu mengawali pemerintahan Maximilien Robespierre selama empat bulan. Pemerintahannya juga dikenal dengan sebutan "Masa Teror".

Perjanjian Basel

Tanggal 5 April 1956, Perjanjian Basel, Swiss antara, Perancis, Prusia, Spanyol, dan Belanda, ditandatangani. Berdasarkan Perjanjian Basel, pemerintah Belanda, Spanyol, dan Prusia yang kalah dalam perang dengan Perancis, berjanji untuk tidak mengintervensi urusan dalam negeri Perancis. Menurut Perjanjian Basel, Belgia dan daratan di sebelah kiri sungai Rhein juga harus diserahkan ke Perancis.

Serangan Brutal Israel ke Jalur Gaza

Tanggal 5 April 1956, berakhirnya serangan dahsyat dan membabi buta terhadap kota Gaza di wilayah barat Palestina pendudukan. Sejak tanggal 4 April, militer Rezim Zionis Israel secara brutal melepaskan sejumlah mortir ke atah perempuan, anak-anak, dan para manula. Dalam jangka dua hari, militer Israel telah menggugurkan 56 warga setempat dan melukai 30 lainnya.

Sama seperti berbagai peristiwa lainnya, Barat dan masyarakat internasional pengklaim sebagai pembela HAM tidak menunjukkan reaksi sama sekali.

Pembajak Lepas 25 Sandera di Iran

Tanggal 5 April 1988, pembajak pesawat jumbo jet milik Kuwait Airways melepaskan 25 sandera, terdiri dari 24 perempuan dan 1 pria dengan kondisi jantung tidak stabil di Mashhad, Iran. Mereka dibebaskan setelah perdana menteri Iran bernegosiasi dengan para pembajak yang merupakan tujuh pria Arab.

Pesawat tersebut terbang dari Bangkok menuju Kuwait sebelum sang pilot ditodong untuk mendarat di Iran. Para pembajak menuntut melepaskan 17 milisi muslim Syiah yang ditahan di Kuwait. Jika itu tidak dipenuhi, mereka akan membunuh tiga anggota keluarga Kerajaan Kuwait dan meledakkan pesawat.

Pembajakan itu berlangsung selama 16 hari setelah Kuwait menolak tuntutan para pembajak. Setelah di Iran, pesawat kemudian terbang ke Siprus, sebelum akhirnya berhenti di Aljazair. Pembajakan berakhir di sana dengan menyerahnya para pembajak dan tinggal tersisa 32 sandera.

Follow On Twitter